Jaga Buah Hati Flobamora, Kapolda NTT Ajak Orang Tua Bentengi Anak dari Tawuran dan Aksi Anarkis
Kupang, NTT — Anak adalah harta terindah sekaligus masa depan keluarga dan tanah Flobamora. Di tangan generasi muda hari ini, tersimpan harapan akan masa depan Nusa Tenggara Timur yang aman, damai dan semakin maju.
Karena itu, menjaga anak dari pengaruh pergaulan yang salah menjadi tanggung jawab bersama. Tidak hanya sekolah dan lingkungan masyarakat, tetapi terutama keluarga yang menjadi tempat pertama bagi anak belajar mengenal nilai, membangun karakter dan menemukan arah kehidupannya.
Pesan tersebut disampaikan Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si. yang secara khusus mengajak para orang tua meningkatkan perhatian dan pengawasan terhadap pergaulan anak, sebagai langkah pencegahan terhadap kenakalan remaja, tawuran, aksi anarkis hingga perusakan fasilitas umum.
Di tanah Flobamora, anak-anak tidak sekadar dipandang sebagai generasi penerus, tetapi sebagai buah hati yang harus dirawat, dilindungi dan dibimbing agar tumbuh menjadi generasi yang mampu memberikan kontribusi positif bagi keluarga dan masyarakat.
Namun, ketika pengawasan dan komunikasi di dalam keluarga mulai mengendur, anak-anak dapat menjadi rentan terhadap pengaruh lingkungan. Ajakan teman sebaya, keinginan untuk diterima dalam kelompok maupun rasa ingin mencoba sesuatu yang baru dapat membawa mereka pada pergaulan yang berisiko.
Tawuran, aksi anarkis dan perusakan fasilitas umum bukan sekadar kenakalan biasa. Tindakan tersebut dapat membahayakan diri sendiri, merugikan orang lain serta mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
Karena itu, Kapolda NTT mengajak para orang tua untuk tidak sekadar bertanya apakah anak sudah makan atau sudah pulang ke rumah, tetapi juga mengenal dunia pergaulan mereka.
Melalui Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H., Kapolda NTT mengajak seluruh orang tua untuk menjadikan keluarga sebagai ruang aman bagi anak untuk tumbuh dan berkembang.
“Anak-anak kita adalah harta yang sangat berharga dan masa depan Flobamora. Karena itu, mari kita jaga mereka dengan kasih sayang, perhatian dan pengawasan. Jangan biarkan mereka mencari jati diri di jalanan atau lingkungan yang salah hingga akhirnya terjerumus dalam tawuran maupun aksi anarkis.”
Kapolda NTT juga menekankan pentingnya komunikasi antara orang tua dan anak. Menurutnya, kedekatan emosional akan membuat anak merasa dihargai, didengar dan memiliki tempat yang tepat untuk menyampaikan persoalan yang mereka hadapi.
“Mari kita hidupkan kembali budaya ‘Duduk Bersama’ di rumah. Luangkan waktu untuk mendengar cerita anak-anak kita, memahami pergaulan mereka dan memberikan arahan dengan cara yang baik. Arahkan mereka kepada kegiatan yang positif dan bentengi mereka dari tindakan yang dapat merusak masa depan,” ujar Kombes Pol Henry menyampaikan pesan Kapolda NTT.
Budaya “Duduk Bersama” menjadi bagian penting dari pesan yang disampaikan. Di tengah kesibukan orang tua dan perkembangan teknologi yang membuat anak semakin mudah berinteraksi dengan berbagai lingkungan, waktu berkualitas bersama keluarga menjadi semakin penting.
Duduk bersama tidak harus selalu dalam suasana formal. Percakapan sederhana di rumah, mendengarkan cerita anak sepulang sekolah, menanyakan siapa teman-temannya, memahami kegemarannya hingga memberikan nasihat secara humanis dapat menjadi langkah kecil yang memiliki dampak besar.
Kapolda NTT juga mengingatkan bahwa fasilitas umum merupakan aset bersama yang harus dijaga. Perusakan terhadap sarana publik maupun fasilitas lainnya bukan hanya menyebabkan kerugian, tetapi dapat mengganggu kenyamanan, keselamatan dan aktivitas masyarakat.
Untuk itu, pencegahan terhadap aksi tawuran dan anarkisme membutuhkan keterlibatan semua pihak. Orang tua, sekolah, tokoh agama, tokoh masyarakat, lingkungan pergaulan dan Kepolisian perlu membangun komunikasi serta kepedulian secara bersama-sama.
Jajaran Bhabinkamtibmas juga terus didorong untuk hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan sambang, edukasi dan komunikasi dengan warga, khususnya dalam memberikan pemahaman kepada generasi muda dan orang tua mengenai pentingnya menjaga Kamtibmas.
“Kami mengajak seluruh masyarakat NTT, khususnya para orang tua, mari bersama-sama melindungi anak-anak kita dari pergaulan yang salah. Jaga mereka, jaga fasilitas umum dan jaga lingkungan kita. Stop tawuran dan anarkisme. Mari kita wujudkan Kamtibmas yang aman dan kondusif di Nusa Tenggara Timur,” tegas Kombes Pol Henry.
Pesan tersebut ditutup dengan ajakan kepada masyarakat untuk tidak ragu menghubungi Kepolisian apabila membutuhkan bantuan.
“Butuh bantuan Kepolisian? Hubungi Call Center 110.”
Sebab, menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat bukan semata-mata tugas aparat. Semuanya dapat dimulai dari rumah, dari perhatian orang tua, dari komunikasi yang hangat, dan dari kesediaan untuk kembali “Duduk Bersama” dengan anak-anak.

