Ungkap Kasus Pencurian 3 Ekor Hewan Ternak Kuda, Kapolres Tegaskan Komitmen untuk Berantas Kejahatan Ternak

Tribratanewsst.com_ Kapolres Sumba Timur, AKBP E. Jacky T. Umbu Kaledi, menggelar konferensi pers di Aula Multimedia Sanika Satyawada pada Senin, 3 Februari 2025.
Koferensi pers dilakukan untuk menyampaikan pengungkapan kasus pencurian ternak kuda yang hilang di Desa Palakahembi, Kecamatan Pandawai, Sumba Timur, dengan korban MMP.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres menjelaskan secara rinci kronologi kejadian yang bermula pada 16 Januari 2025, ketika tiga ekor ternak kuda milik korban diketahui hilang.
Hewan-hewan ternak tersebut memiliki ciri-ciri khusus, seperti cap bakar di paha kiri dan kanan dengan kode "WM", cap bakar di paha muka kanan bertuliskan "HL4", serta angka "6" pada leher kanan dan kode wilayah "F03" di pipi kanan. Selain itu, seekor anak kuda jantan berumur enam bulan juga hilang dengan ciri-ciri warna bulu monyet dan hotu polos.
Setelah beberapa hari hilang, ketiga ekor kuda tersebut akhirnya ditemukan pada 25 Januari 2025 di Kecamatan Lewa. Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Resmob Polres Sumba Timur bersama anggota Polsek Pandawai langsung melakukan penyelidikan dan pengumpulan bukti-bukti di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) dan lokasi penemuan kuda. Dari hasil penyelidikan, tim berhasil mengidentifikasi beberapa nama yang diduga terlibat dalam pencurian tersebut.
Pada 27 Januari 2025, dua tersangka, K dan H, berhasil diamankan. Hasil pemeriksaan lebih lanjut mengungkapkan bahwa tersangka Y juga terlibat dalam aksi pencurian tersebut, dan pada 1 Februari 2025, tim berhasil menangkap Y.
Ketiganya kini telah ditetapkan sebagai tersangka utama dalam tindak pidana pencurian ternak, yang diatur dalam Pasal 363 ayat (1) ke-1 KUHP atau Pasal 480 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.
“Kasus ini kami tangani dengan serius. Kami berkomitmen untuk memberantas pencurian hewan ternak dan mendalami keterlibatan pihak lain dalam kasus ini. Kami akan terus bekerja keras untuk memastikan pelaku dihukum sesuai perbuatannya,” tegas Kapolres.
Kapolres turut mengungkapkan bahwa barang bukti yang telah diamankan meliputi tiga ekor kuda, lima lembar Kartu Keterangan Kepemilikan Ternak (KKMT), satu batang besi cap bakar dengan kode wilayah "HL4", satu unit mobil truk yang digunakan untuk mengangkut ternak, serta dokumen lainnya yang berkaitan dengan kepemilikan hewan.
Tersangka H diketahui memiliki rekam jejak sebagai residivis kasus pencurian hewan ternak, yang sebelumnya pernah menjalani hukuman penjara pada tahun 2010. Sedangkan, menurut penyelidikan sementara, tersangka Y diduga sebagai pelaku utama dalam aksi pencurian ini.
Sementara itu, tersangka H berperan menerima ternak dan mempersiapkan dokumen KKMT serta membubuhkan cap bakar pada tubuh hewan, sedangkan K membantu membubuhkan cap bakar dan membawa ternak ke Lewa untuk dijual.
Kapolres menegaskan bahwa motif di balik pencurian ini adalah faktor ekonomi, di mana para tersangka berusaha menjual ternak kuda tersebut untuk mendapatkan uang guna membayar hutang-hutang mereka.
“Penyelidikan kami akan terus berlanjut. Kami juga tidak menutup kemungkinan ada pihak lain yang terlibat dalam jaringan pencurian ini. Kami harap masyarakat terus memberikan dukungan dan bekerja sama dengan kami untuk menjaga keamanan dan ketertiban di Sumba Timur, saat ini ketiga tersangka telah ditahan di Rutan Polres Sumba Timur.” Lanjut AKBP E. Jacky.
Kapolres juga mengimbau kepada masyarakat untuk lebih waspada dan melaporkan setiap tindakan mencurigakan terkait kejahatan hewan ternak, demi menjaga kelestarian dan kesejahteraan peternakan di Sumba Timur. _052